Cerita Peter, Hans, Yanshen, Williams, Hendrick (Finding Never Land) Part V

Dear peter, hans,hendric,yanshen,will….
semua bukan keinginan saya, betapa menyenangkan tinggal satu atap bersama kalian…15 tahun lebih saya hidup berbagi dengan kalian…bener2 ini bukan keinginan saya…
Inget ga, dulu kita seriiing banget jalan-jalan…kita pernah jalan kaki bersama ke mall… dulu kamu peter yang ngotot ingin ikut saya jalan2 ke mall..akhirnya yang lain juga ikut pergi bersama kita, kita menelusuri jalan dari rumah menuju mall yang ada di jalan merdeka. Betapa senangnya kalian melihat suasana bandung saat itu, saya masih mengenakan seragam merah putih…sementara kalian seperti biasa mengenakan stelan kebesaran berupa celana pendek dan kemeja berwana coklak tua dan peach. Kalian terussss bernyanyi, saya hanya bisa tertawa dan merasakan atmosfer bahagia bersama kalian siang itu. Kita sempat singgah di taman ade irma suryani, Kalian semakin terlihat bahagia… Yanshen terus berlari hingga hampir terjatuh dan hampir kehilangan satu lagi gigi depannya hihi (walau sekarang saya sadar itu tidak mungkin terjadi…yanshen tidak mungkin kehilangan lagi giginya..yayaa). Di mall, kalian begitu takjub melihat sebuah petshop yang menjual banyak sekali ular, will dan hans hanya bergidik…tapi kalian terus memaksa saya untuk membeli salah satu ular yang ada disitu… Sekarang kemana yah ular itu? Ular bernama ilmiah “Loro Angon” itu saya beli 20ribu saja..namanya sih kerenn…tapi setelah diselidiki…itu cuman ular sawah! hahaha. Mungkin saat ini ular itu ada pada kalian yah??? Soalnya si ular hilang begitu saja dari aquarium.
Dear Peter,hans,hendrick,will,yanshen……
Kalian inget ga, dulu pas pelajaran olahraga…kalian pernah memaksa saya untuk pura2 pingsan…supaya kita bisa cepet2 main di rumah. Hahaha konyol banget….tapi Bu Marsih (Guru olahraga) berhasil kita tipu!! Trus kita pernah isengin temen2 saya yang rese di sekolah…inget ga?hahaha
Dear Peter,hans,hendrick,will,yanshen…
Dulu kalian pernah menangis bertemu sodara saya yang matanya aga sipit…saya baru sadar sekarang, kenapa kalian begitu histeris melihat sodara saya itu…Mungkin dia mengingatkan kalian pada kaum yang telah membuat kalian mati. Tapi ga semua orang sipit itu jahat teman2….sodara saya itu sangat baik hati dan menjadi orang paling dekat dengan saya saat ini. Kalo kalian berani, kalian bisa saja berteman akrab dengannya…karena dia juga punya kekuatan untuk melihat kalian!
Dear Peter,hans,hendrick,will,yanshen..
Mungkin kalian sudah mendengar berita ini….ini benar2 bukan keinginan saya, keadaan yang memaksa harus begini. Walau kita jarang brtemu, saya selalu merasakan kehadiran kalian…selama ini, saya tahu kalian selalu ada. Rumah ermawar sudah menjadi bagian yang tidak terpsahkan dari hidup saya, juga kalian semua.heks..kalian tau kan, rumah itu sudah terjual…dan desember ini saya dan keluarga pindah dari rumah menuju pusat kota.
Saya ngga tau harus gimana, tapi saya bener2 sedih…dan ngga bisa berbuat apa2. Saya yakin kalian ga akan mau ikut dengan saya….
Peter, kamu anak terbesar diantara yang lain…jaga ya adik2mu…jangan biarkan diusili kuntilanak di rumah sebelah..hahaha (lucu banget kalo inget si yanshen nangis2 diusili kuntilanak).Huuuu…pantes belakangan ini saya merasa sangat sedih……..
Kapan2…pasti saya akan mengunjungi rumah “Kita”…
*** Heks saya ga bisa berkata-kata lagi….